FOOD

Bahaya Sering Konsumsi Minuman Boba

topfitnesstips.online РMinuman boba sering dipilih untuk melepas dahaga atau sekadar dikonsumsi saat waktu senggang. Merupakan minuman yang sering dinikmati karena memiliki rasa yang nikmat dan manis. “Namun ternyata terlalu sering mengonsumsi boba dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang berbahaya.

Minuman boba dengan tambahan es sering digunakan untuk menghilangkan dahaga. Faktanya, boba atau disebut juga bubble tea masih menjadi minuman yang sangat tren hingga saat ini. Banyak orang menyukai minuman jenis ini. Mungkin karena tampilannya yang menarik serta rasanya yang nikmat dan manis, minuman ini dikemas dalam segelas minuman.

Tidak jarang seseorang meminum minuman boba setiap hari. Faktanya, terlalu banyak mengonsumsi jenis minuman tersebut dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik Anda. Mengapa? Hal ini terjadi karena kandungan dalam secangkir bubble tea ternyata bisa menimbulkan efek yang berbahaya.

Dampak Kesehatan Mengkonsumsi Minuman Boba

Seperti namanya, bubble tea pada dasarnya adalah minuman berbahan dasar teh. Tapi jangan lupa. Minuman ini juga mengandung bola-bola kenyal atau bola-bola yang disebut boba. Bola-bola ini terbuat dari tapioka dan sepertinya tinggi kalori. Nah, inilah mengapa minuman boba bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik Anda.

Jadi, apa pengaruh terlalu sering mengonsumsi bubble tea terhadap kesehatan Anda?

Obesitas

Salah satu dampak yang mungkin terjadi jika sering mengonsumsi minumanboba adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Itu karena minuman ini biasanya disajikan dengan tambahan susu, sirup, krimer, perasa buatan, dan berbagai bentuk gula lainnya, serta bola-bola kenyal yang disebut juga boba. Nah, bahan tambahan tersebut mungkin berkontribusi terhadap penambahan berat badan. Diperkirakan satu gelas minumanboba berukuran 500 mililiter mengandung hingga 500 kalori. Padahal, kebutuhan kalori harian orang dewasa hanya berkisar 1.800 hingga 2.000 kalori.

Gangguan Pencernaan

Terlalu banyak mengonsumsi minuman boba dapat menyebabkan masalah pencernaan yaitu sembelit. Hal ini dikarenakan bubble rendah nutrisi, terutama serat. Jika Anda terlalu sering makan boba, tubuh Anda mungkin tidak mendapatkan cukup serat. Salah satu alasannya adalah Anda biasanya merasa terlalu kenyang sehingga mengurangi keinginan Anda untuk makan. Kurangnya serat dan nutrisi lain pada makanan sehat dapat meningkatkan risiko sembelit.

Gangguan Kesehatan Gigi dan Mulut

Secangkir bubble tea dibuat dengan mencampurkan teh, susu, dan gula. Tak perlu dikatakan lagi, ini disajikan dingin. Padahal, bahan tambahan tersebut bisa menimbulkan gangguan kesehatan pada gigi dan mulut Anda. Salah satu masalah yang bisa terjadi jika terlalu sering mengonsumsi minuman boba adalah kerusakan gigi. Kondisi ini mungkin terjadi karena gula dan bahan tambahan lain pada minuman diubah menjadi asam oleh bakteri di mulut. Seiring berjalannya waktu, lapisan email gigi terkikis sehingga menyebabkan gigi berlubang.

Risiko Penyakit Lain

Kandungan pemanis buatan, pengental, dan pengawet pada minuman tersebut juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit lainnya. Bahan-bahan yang terkandung dalam bahan tersebut diketahui tidak baik bagi kesehatan fisik jika dikonsumsi berlebihan dan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti diabetes.

Memperparah Masalah Kulit

Tahukah Anda kalau sering mengonsumsi minuman manis seperti boba juga bisa berdampak buruk pada kulit? Minumanboba yang tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan insulin, hormon yang membantu menstabilkan kadar gula darah. Ketika insulin melonjak, peradangan juga meningkat. Nah, hal ini bisa memperburuk peradangan dan infeksi kulit yang sudah ada seperti eksim, rosacea, psoriasis, dan jerawat.

Mengingat risiko kesehatan yang terkait dengan minum boba terlalu banyak, disarankan untuk membatasi minuman manis ini. Jika Anda sangat menyukai minumanboba, boleh saja meminumnya, namun usahakan untuk mengurangi kalori pada minuman tersebut dan hanya meminumnya sesekali saja. Anda bisa mengurangi kalori pada minumanboba dengan memilih susu rendah lemak atau almond.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *